Masukan Username Dan Password, Jika bukan Member Anda Bisa Mendaftar... ^^V Dari Pada bengong Di luar gak bisa liat isi forum.... yukz Daftar.... Gratis Kok!!!



 
IndeksPortalPendaftaranLogin
Hai Imut'z..... Jadi VIP yuk'z dengan cara donasi Biar imut'z Bisa selalu Hidup wat kamu.... Minat Hubungi Admin Devil....
Untuk Member tolong jangan junk demi GB Post... baca rules sebelum posting.... untuk momod dan staff, tolong bantu jaga kerapian forum.... postingan yg tidak ada hubungannya dengan topik tolong di hapus.... terima kasih.... Ttd Admin Imut'z

Share
 

 Sayangilah IBumu

Go down 
PengirimMessage
aulya

aulya

Jumlah posting : 121
Join date : 23.11.10
Age : 23
Lokasi : Imutz.net

Sayangilah IBumu Empty
PostSubyek: Sayangilah IBumu   Sayangilah IBumu Icon_minitime2011-01-09, 16:18

Rekan-rekan terkasih,
Ini saya kutip dari milis lain....
Semoga menyirami kasih dan memupuk bakti kita pada orangtua...


Izinkan Aku Menciummu, Ibu

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku 'dipaksa' membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut. Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi. Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku Kubersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini. Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. Sudahkah anda memberi perhatian pada Ayah dan Ibu Anda --yang masih hidup-- hari ini? atau...Sudahkah anda mengirim doa untuk Ayah dan Ibu Anda --yang sudah meninggal-- hari ini?

Susy:
Saat membaca cerita di atas, saya menangis merindukan ibu saya yang telah meninggal... saya teringat pada apa yang beliau berikan untuk mendukung saya baik dalam kehidupan saya... sebagai anak... sebagai pelajar/mahasiswa.. sebagai istri... sebagai ibu... sebagai wanita/ibu yang bekerja.... sebagai karyawan...

Saya tidak pernah 'meragukan' Mama, baik dalam tugas-tugas yang beliau tekankan pada saya ketika saya kanak kanak
Kembali Ke Atas Go down
http://aulyha.blogspot.com
Dexterine

Dexterine

Jumlah posting : 295
Join date : 24.11.10
Age : 24
Lokasi : Jambi

Sayangilah IBumu Empty
PostSubyek: Re: Sayangilah IBumu   Sayangilah IBumu Icon_minitime2011-01-14, 19:18

aku sayang ibuu.. Sad
Kembali Ke Atas Go down
AgungPB



Jumlah posting : 96
Join date : 09.12.10
Age : 18
Lokasi : ™☻Sengkang☻™

Sayangilah IBumu Empty
PostSubyek: Re: Sayangilah IBumu   Sayangilah IBumu Icon_minitime2011-01-15, 11:58

sayang ibu selalu
Kembali Ke Atas Go down
Dexterine

Dexterine

Jumlah posting : 295
Join date : 24.11.10
Age : 24
Lokasi : Jambi

Sayangilah IBumu Empty
PostSubyek: Re: Sayangilah IBumu   Sayangilah IBumu Icon_minitime2011-01-15, 23:10

AgungPB wrote:
sayang ibu selalu
gmna car buat tulisan bgtu..
terbang"
T_T
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



Sayangilah IBumu Empty
PostSubyek: Re: Sayangilah IBumu   Sayangilah IBumu Icon_minitime2011-02-01, 14:54

Dexterine wrote:
AgungPB wrote:
sayang ibu selalu
gmna car buat tulisan bgtu..
terbang"
T_T

TERBANG Question Question
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




Sayangilah IBumu Empty
PostSubyek: Re: Sayangilah IBumu   Sayangilah IBumu Icon_minitime

Kembali Ke Atas Go down
 
Sayangilah IBumu
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: News N Hot Topic :: Berita Terkini-
Navigasi: